Di Sydney, lonjakan here harga emas membuat orang-orang rela mengantre panjang di depan toko emas untuk mendapatkan logam mulia tersebut.
Namun, bentuk baru emas ini mengubah konsep klasik soal peran emas sebagai aset yang kebal turbulensi ekonomi. Berbeda dengan saham yang lebih sensitif terhadap akibat gesekan dunia politik atau keuangan.
Dengan reksa dana ini, investor merasakan dinamika harga emas, tanpa perlu menyimpan fisik emasnya. Maka dari itu, investasi emas atau komoditas lain jadi lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan Trader.
Dua faktor tersebut menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang konsisten, di samping permintaan emas untuk perhiasan dan elektronik yang akan selalu ada.
Di tengah ketidakpastian worldwide, emas sering menjadi pilihan utama Trader untuk mengamankan aset. Lalu, apa saja alasan utama yang membuat harga emas terus naik dari waktu ke waktu?
Konten di bawah ini ditayangkan melalui System Taboola dan tidak memiliki keterkaitan dengan Bisnis.com
Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79.
Alasannya karena AS dan negara-negara Barat sering menggunakan sanksi keuangan sebagai alat politik, misalnya membekukan aset atau membatasi transaksi negara tertentu.
Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Saat suku bunga rendah, instrumen seperti deposito atau obligasi menjadi kurang menarik karena imbal hasilnya kecil. Akibatnya, emas menjadi alternatif investasi yang lebih diminati.
Terakhir, investasi emas akan lebih terasa manfaatnya jika untuk jangka panjang, karena ada selisih harga beli dan harga jualnya.
Alasan pertama adalah menguatnya ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan utang pemerintah. Kondisi ekonomi internasional diperburuk dengan penangguhan sebagian aktivitas pemerintahan AS akibat mandeknya anggaran.
Upaya de-dolarisasi oleh negara-negara berkembang diperkirakan akan terus terjadi. Negara berkembang kini cenderung berpandangan bahwa mata uang negara-negara Barat adalah aset berisiko karena memiliki peluang sanksi keuangan.
Menurutnya, pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih diwarnai volatilitas tinggi dengan rentang pergerakan yang cukup lebar.
Cina sudah mulai melepaskan obligasi pemerintah AS dan membeli lebih banyak emas. Langkah ini disebut sebagai “de-dolarisasi” yang tujuannya sama yaitu mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS.
Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
lampung kaltim kalbar sumbar bogor bekaci malang surakarta batam Trending ‹
